Gastroenterohepatology Corner (GHC)

(Pojok Pencernaan & Hati)

Hepatitis Akibat Obat

August, 15 Aug 2017

        Hepatitis imbas obat (HIO) merupakan salah satu penyakit hati yang cukup sering ditemukan dengan insidensi yang dilaporkan sekitar 1 dari 10.000 hingga 100.000 jiwa, dan sering kali menyerupai gambaran kerusakan hati akut maupun kronik lainnya. Diperkirakan terdapat 1.000 obat yang mempunyai efek terhadap liver, sehingga beberapa obat tidak lagi diperdagangkan secara bebas.

               

       Meskipun keduanya berbahaya, namun secara umum HIO dibedakan menjadi intrinsik dan idiosinkrasi. HIO intrinsik bergantung pada dosis obatnya, memberikan efek yang sama pada semua individu, dan memberikan gambaran yang jelas sehingga lebih mudah untuk diprediksi dan dihindari. Salah satu contoh HIO intrinsik adalah konsumsi asteminofen. Sebaliknya tipe idiosinkrasi merupakan HIO yang sering terjadi dan sulit diprediksi karena berbeda-beda pada setiap individu, tidak mempunyai batasan yang jelas tentang dosis paparan obat, dan menimbulkan manifestasi yang berbeda- beda. Beberapa faktor yang mempengaruhi HIO tipe diosinkrasi antara lain usia, status nutrisi, faktor genetik, imunitas, dan faktor lingkungan (konsumsi alkohol dan infeksi).

           Waktu yang dibutuhkan sejak paparan obat hingga muncul keluhan klinis berbeda- beda antar obat maupun individu, bisa singkat (hitungan jam hingga hari), sedang (1-8 minggu), dan lambat (1- 12 bulan). Pada HIO akibat antibiotik golongan eritromisin, reaksi bisa muncul setelah 3- 4 minggu paparan dan setelah antibiotik tersebut sudah dihentikan, sehingga diagnosis yang tepat menjadi tantangan tersendiri bagi dokter dan tidaklah mudah, karena manifestasinya bisa menyerupai hepatitis akut maupun kronik dan tidak ada pemeriksaan yang spesifik, sehingga diagnosis HIO dibuat dengan melakukan eksklusi pada kemungkinan- kemungkinan diagnosis lainnya. Oleh sebab itu, beberapa pemeriksaan penunjang penting dilakukan, antara lain pemeriksaan fungsi hati (SGOT dan SGPT), HCV RNA, anti HCV, serta pemeriksaan imaging seperti USG, CT scan, atau MRI dapat dilakukan. Biopsi hati perlu dilakukan pada kasus tertentu untu membedaka HIO dengan penyakit autoimun.