Gastroenterohepatology Corner (GHC)

(Pojok Pencernaan & Hati)

Radio Frequency Ablation (RFA)

August, 16 Aug 2017

         Radio frequency ablation (RFA) merupakan suatu tindakan invasif minimal untuk penatalaksanaan kanker hati, dimana tumor dipanaskan dengan radiofrequency melalui jarum elektroda dengan tuntunan dari gambaran pencitraan untuk menghancurkan sel kanker. Indikasi dilakukannya RFA antara lain kanker hati yang tidak bisa dilakukan reseksi tumor atau transplantasi hati dengan nodul di hati berjumlah 1-3 buah dan masing- masing ukuran kurang dari 3 cm, serta tidak ada tanda penyebaran ke organ lainnya. Letak tumor menentukan bisa tidaknya dilakukan RFA, karena pada beberapa kasus kanker hati RFA dikontraindikasikan, sebaiknya sebelum melakukan tindakan ini konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter spesialis gastroentero-hepatologi yang menangani anda.

        Prosedur ini umumnya membutuhkan rawat inap serta pemeriksaan laboratorium sebelumnya seperti pemeriksaan darah lengkap serta masa prothrombin (PT), pembekuan (CT), dan perdarahan (BT). Tindakan ini berlangsung cepat kurang lebih 30- 60 menit dan pasien tidak akan kesakitan karena efek anastesi. Komplikasi paska tindakan RFA yang mungkin bisa muncul dibedakan menjadi komplikasi Dini (yang muncul dalam waktu 30 hari paska tindakan) yaitu tebentuknya abses di hati, penumpukan cairan di rongga perut (asites), penumpukan cairan pada selaput paru (efusi pleura), penurunan fungsi hati, hingga kematian. Komplikasi lambat yang muncul setelah 30 hari paska tindakan antara lain  keganasan baru dari lesi radiofrequency (biloma), terbentuknya fistula, penumpukan cairan di rongga perut (asites), abses, penumpukan cairan pada selaput paru (efusi pleura)