Gastroenterohepatology Corner (GHC)

(Pojok Pencernaan & Hati)

Peran USG pada Penyakit Hati

August, 22 Aug 2017

       Ultrasonografi (USG) merupakan pemeriksaan yang sangat baik untuk menuntun tindakan- tindakan tertentu seperti biopsi atau pengambilan cairan (aspirasi) yang berkaitan dengan diagnosti atau penatalaksanaan penyakit liver (USG-guided atau intervensional USG). Teknik ini dianggap aman dan akurat menggunakan real- time imaging pada organ di perut. Ultrasonografi lebih diunggulkan dibandingkan dengan computed tomography (CT) karena bisa dilakukan secara portable, lebih murah, tidak menimbulkan radiasi, dan kemungkinan komplikasi paska tindakan lebih jarang serta waktu pemulihan yang cepat. Namun kekurangan dari teknik ini sangat dipengaruhi oleh operator atau dokter yang mengerjakannya. Beberapa tindakan yang menggunakan USG guided antara lain:

  1. Biopsi hati

      Saat ini biopsi tidak hanya berperan sebagai diagnostik, namun memiliki peran penting untuk menentukan manajemen secara klinis dan prognosis pasien. Indikasi biopsi hati adalah abnormalitas fungsi hati (dinilai dari keluhan klinis, pemeriksaan fisik, dan hasil laboratorium) yang penyebabnya tidak diketahui atau adanya abnormalitas pada pemeriksaan radiologis abdomen.

  1. Pengambilan cairan pada asites (parasentesis asites)

        Asites merupakan penumpukan cairan pada rongga perut yang umumnya muncul sebagai komplikasi sirosis hati atau akibat keganasan di rongga perut. Dahulu pengambilan cairan pada rongga abdomen dilakukan secara buta, tanpa bantuan alat, namun tingkat kegagalannya tinggi. Oleh sebab itu sekarang  aspirasi asites ini dilakukan dengan bantuan USG, sehingga lebih akurat sekaligus meminimalisir komplikasi paska tindakan.  Tindakan ini umumnya dilakukan pada asites berulang, yang masif, atau tidak membaik dengan obat.

  1. Pengambilan pus pada abses atau cairan pada kista

        Abses hati bisa disebabkan karena infeksi parasit atau bakteri, yang diatasi dengan aspirasi dan drainase. Selain itu, indikasi aspirasi dan drainase lainnya antara lain adanya kista pada hati yang ukurannya besar, mengganggu, atau yang berisiko tinggi pecah.

  1. Transhepatic Biliary Drainage (PTBD)

     PTBD merupakan salah satu pilihan terapi non bedah untuk tata laksana penyakit kuning akibat penyumbatan pada keganasan di hati. Teknik ini menggunakan kanulasi yang steril dan dimasukkan ke dalam saluran bilier dipandu dengan USG. Indikasi dilakukan tindakan ini antara lain untuk melebarkan penyempitan pada saluran bilier.