Gastroenterohepatology Corner (GHC)

(Pojok Pencernaan & Hati)

Diet & Exercise pada Perlemakan Hati

August, 25 Aug 2017

       Prevalensi terjadinya penyakit perlemakan hati non-alkoholik (NAFLD) di Indonesia semakin meningkat, sejalan dengan peningkatan gaya hidup masyarakat terutama di kota, dimana gaya hidup masyarakat cenderung sedentari disertai pola makan yang tidak sehat. NAFLD merupakan suatu kelompok penyakit hati yang mencakup penumpukan lemak di hati tanpa inflamasi yang dapat berlanjut dengan proses inflamasi di hati (steatohepatitis), perubahan menjadi jaringan ikat (fibrosis), hingga sirosis hati. Berbagai studi telah membuktikan risiko terjadinya perlemakan hati non-alkoholik ini berkaitan dengan obesitas dan atau kencing manis.

     Strategi utama penanganan perlemakan hati hingga saat ini adalah intervensi gaya hidup, meliputi perubahan pola makan dan latihan fisik disertai penurunan berat badan 5- 10%, karena penurunan berat badan yang terlalu drastis (>10%) meningkatkan risiko perkembangan inflamasi pada hati (NASH), fibrosis, dan sirosis.

  1. Diet

      Diet yang dianjurkan untuk pasien perlemakan hati sama seperti pada orang obesitas pada umumnya dengan pembatasan kalori dan menghindari makanan berlemak tinggi. Selain berdampak langsung pada penurunan berat badan dan perbaikan profil lemak dalam tubuh, diet juga berhubungan dengan mikrobiota usus. Komponen makanan tinggi gula dan lemak berpengaruh pada peningkatan jumlah koloni mikrobiota tertentu yang dikenal dengan mikrobiota pro-obesitas. Mekanisme yang mendasarinya adalah hilangnya fungsi barier usus dan pemindahan bakteri dari usus.

 

  1. Latihan fisik

      Olah raga yang dianjurkan untuk pasien dengan perlemakan hati adalah olah raga aerobik intensitas ringan hingga sedang selama 5x/ minggu dengan lama 20- 60 menit yang bertujuan untuk meningkatkan pelepasan trigliserida di dalam sel otot, menurunkan akumulasi metabolit asam lemak, serta menekan terjadinya inflamasi. Latihan ketahanan fisik intensitas sedang- tinggi juga disarankan sebanyak 3x/ minggu untuk meningkatkan pengambilan asam lemak dan glukosa serta menurunkan pembentukan lipid.

Berbagai studi telah banyak dilakukan dan merekomendasikan diet dan latihan isik harus dilakukan secara seimbang untuk hasil yang lebih maksimal.