Gastroenterohepatology Corner (GHC)

(Pojok Pencernaan & Hati)

Chitosan sebagai Supplement Penurun Berat Badan

November, 16 Nov 2017

     Obesitas merupakan salah satu ancaman kesehatan bagi negara berkembang dan juga negara maju, serta erat hubungannya dengan berabagai macam penyakit seperti tekanan darah tinggi, kencing manis, dan penyakit jantung. Secara sederhana, obesitas adalah hasil ketidakseimbangan antara kalori masuk dan kalori yang dibutuhkan, sehingga memicu penumpukan lemak. Indeks Massa Tubuh (BMI) yang didapatkan dari pembagian berat badan (kg) dan tinggi badan (meter) yang dikuardratkan serta rasio lingkar perut dan pinggul sering digunakan sebagai acuan untuk menilai kelebihan berat badan (overweight) maupun obesitas.

     Terapi obesitas meliputi intervensi gaya hidup (yang terdiri atas pengaturan makan, olahraga, dan terapi tingkah laku), medikamentosa, hingga pembedahan bariatrik. Beberapa pedekatan meliputi pembatasan penyerapan (absorbsi) makanan oleh tubuh, menekan nafsu makan, dan menurunkan asupan makanan serta mengganggu metabolisme atau meningkatkan penggunaan energi. Penggunaan obat untuk penurunan berat badan masih kontroversial karena adanya efek samping dan penelitian terhadap bahan- bahan tersebut yang belum sepenuhnya dilakukan. Salah satu metode yang paling efisien dan aman untuk menurunkan asupan lemak seperti pada obesitas adalah dengan langsung mengurangi konsumsi atau penyerapan lemak.

        Chitosan merupakan serat yang sudah dikenal dan digunakan untuk mencegah penyerapan lemak, sehingga diharapkan dapat mengontrol berat badan. Obat tersebut bekerja dengan mengikat muatan negatif dari lemak sehingga menurunkan penyerapan lemak di saluran cerna dan juga bermanfaat untuk menurunkan kolestrol. Berdasaran hasil dari beberapa penelitian, evaluasi efek chitosan pada obesitas menghasilkan hasil yang tidak konsisten, oleh karena itu dilakukan penelitian lanjutan untuk menilai efektivitas dan keamanan chitosan dalam terapi kelebihan berat badan maupun obesitas tanpa restriksi asupan makanan. Dalam penelitian acak yang dilakukan selama 90 hari, didapatkan bahwa terjadi penurunan berat badan secara bermakna pada kelompok chitosan dibandingkan kelompok yang tidak mengkonsumsinya, selain itu didapatkan pula penurunan HbA1c dan perbaikan kualitas hidup pada kelompok chitosan.